Walaupun saya menetap di wilayah perkotaan yang penuh hal hal bersifat moderen, itu tak meredupkan rasa rindu akan kampung halaman tempat saya di lahirkan dan di besarkan oleh kedua orng tua saya. Perjalanan menuju kampung sangat memberikan suatu tantangan dan adrenali yang tinggi karena kondisi jalan yg sangat mamprihatinkan dan tak ada di temui di tempat saya menetap di perkotaan. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi saya untuk berkunjung ke kampung kelahiran saya yg begitu terisolir.
Terisolir,kata yang sepadan untuk keadaan di kampung kelahiran saya. Selain karena kampung kelahiran saya, yang membuat sya untuk selalu berkunjung ke daerah ini adalah keindahan alam yang begitu memberikan kesegaran,yang tak pernah saya jumpai di wilayah perkotaan tempat saya menetap yang penuh dengan polusi udara karna hilangnya kehijauan alam dan adanya berbagai macam pencemaran lingkungan.
Tetapi hal tersebut tidak ada terjadi di kampung halamanku tempat kelahiranku. Itulah Seko kampung asalku yang indah, sejuk dan asri. segala persiapan saya lakukan ketika mau menapakkan kaki di tempat kelahiranku, yang hanya dapat sya jangkau dengan kendaraan roda dua yang telah di modifikasi bag motor trail. Karena dangan modifikasi itu dapat membantu melalui medan yang sulit dan menghemat biaya di banding jika harus menggunakan motor trail original.
Hughh.. suatu perjalanan yang begitu mamberikan tantangan , keindahan , dan suasana alam selama perjalanan yang memberikan suguhan udara segarrrr yang tak pernah ada di wilayah perkotaan. Rasa capek dan lelah tak pernah manjadi hambatan untuk menapakkan kaki ke kampung halamanku karena suasana alam yang begitu asri dan indah di pandang mata. "Rantedanga' ",Itulah kampungku Kecamatan Seko, Kab. Luwu Utara Profinsi Sulawesi selatan.
Aku Bangga Jadi Orang yang terlahir di kampung terpencil ini, yang jauh dari keramaian kota, karena walau terpencil , nilai keagamaan,budaya,adat istiadat dan rasa saling menghormati dan menghargai sangat di pegang teguh olah masyarakat yang ada di kampung kelahiranku ini. Secara idealis Bangsa dan cita cita Bangsa yang merdeka adalah kesetaraan hidup. Namun tak seperti itu kenyataannya,daerah seko telah ada jauh sebelum penjajahan jepang dan belanda, namun sampai negara Indonesia Merdekapun, kampung kelahiran saya ini tetap dalam keterisolasian karena pera pemerintah yang tidak memperdulikan rakyatnya. Namun sebagai anak kampung dari tengah-tengah Hutan Belantara sangat Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan tempat yang indah yang jauh dari fasilitas-fasilitas yg mengandung banyak nilai negatif.
Tnjakan, penurunan,kubangan lumpur itulah warna-warni menuju kampung halamanku, Namun semua itu tak ku anggap sebagi rintangan yg akan menurunkan semangatku. Hujan, panas terik matahari bukan suatu palang yang dapat menghentikan lajuku menuju kampung halamanku yang indah,asri dan nyaman. walau orang kate, bahwa saya adalah ank kampung ya,memang kenyataan. tapi otakku tak kampungan sebagai mana persepsi orang-orang kota.hehe
ahahaiii...tibalah akhirnya di kampung asalku. itulah kalimat yang terlintas di benatku jika melihat foto ini.di mana di tengah perkampungan keluarga terdapat sugai basar yang indah di pandang dengan tawaran kejernihan airnya karena produksi hutan yang masih lebat dan tetap terpelihara ke asriannya.Nama kampung kakek buyutku ini adalah kampung KARIANGO yg juga berada di kecamatan seko,kabupaten Luwu utara profinsi SULaWeSI SeLaTaN. indah Bukan? ayo mari para pembaca,gunakan waktu luang anda untuk berkunjung ke kampung terisolir ini yg menyuguhkan keindahan alam.
Jangan ada ke khawatiran tentang rasa penyesalan. Takkan ada penyesalan jika anda adalah orang yg mencintai dan menginginkan suguhan keindahan alam.kampung kelahiran saya ini tak ada hotel atau penginapan seperti di perkotaan, namun rumah keluarga atau rumah penduduk di kampung inilah yang akan menjadi tempat melepas lelah untuk beristrahat atau nginap ketika berkunjung ke tempat kelahiran saya ini. Tamu yang datang dari daerah lain di kampung ini tak ada yang di bedakan ,masyarakat/keluarga selalu memberikan sambutan hangat dengan senyum sapa tanpa pembedaan suku,agama dll.itulah kampung kelahiranku.seperti yang tampak pada gambar di samping, masyarakat tanpa pamri membantu menyebrangkan sepeda motor dan pengemudinya di sungai yang jembatan penyebrangannya rusak di terjang air sungai. namun walau demikian tak menjadi masalah bagi setiap yang mau melintas jika tak ada jembatan penyeberangan karena rasa gotong royong dan peduli sesama itu melekat erat dalam diri setiap masyarakat yg ada di kampung kelahiranku. Itulah Seko,itulah daerah kampung kelahiranku.
Suguhan keindahan alam tak ada habisnya di daerah asal saya.seperti gambar di samping, terlihat pemandangan indah suguhan hamparan luas padang sabana.berada di wilaya pusat kecamatan Seko. sungguh suatu keindahan yang tak pernah ada habisnya untuk di bicarakan dan akan selalu menjadi kenangan yang indah dalam berwisata alam di kampung kelahiranku ini...
Gimana>>>! ada yang mau ikut berwisata atau berpetualang ke kampung terpencil ini...? Tunggu apalagi,jika ada waktu luang saat libur kantor,kuliah jangan sia-siakan ,mari ke kec.Seko dan mengunjungi beberapa desa atau perkampungan yang dapat memberikan kenangan wisata alam dalam hidup anda yang takkan pernah terlupakan . cerita tentang masyarakat yang ramah dan keindahan perkampungan serta suguhan pemandangan alamnya yang indah akan menjadi sejara baru yang tak akan terhapus oleh ruang dan wktu.Anda berminat dan berencana ke kampung seko?silahkan. Dan di jamin tak ada kata menyesal jika memang anda adalah pecinta keindahan alam.Thanks and Good B..!






